a wish..
May 28th, 2012 § 1 Comment
wah.. hari ini ujian akhir semester kuliah saya..
good luck semuanya..
You can do it if you believe so..
Class dismiss!
May 11th, 2012 § Leave a Comment
It is a pending post.. i've been planning to write this post since 2 weeks ago..
Finally, it’s a wrap..
Kelas Pengantar Psikologi untuk semester genap 2011-2012 ini akhirnya berakhir dua minggu yang lalu dan ini kelas kedua bagi saya. whadda fun!
Seperti biasa, di akhir kelas perpisahan, saya selalu minta para mahasiswa menuliskan kesan dan saran mereka untuk cara mengajar saya, dan mereka cukup jujur menuliskan positif dan negatif dari cara mengajar saya serta saran yang mereka berikan pun cukup menarik.. Thanks a bunch guys! it’s been a pleasure to learn with you all…
Beberapa hal besar yang saya bisa simpulkan dari kertas-kertas yang mereka kumpulkan, mereka suka dengan pengaturan kelas melingkar yang saya aplikasikan sesuai dengan kelas Psikologi emosi saya waktu kuliah dengan seorang Profesor hebat, Bu JEP.. I actually love the way she taught me back then. Selain belajar dari pengalaman saya, pengaturan kelas itu juga saya lakukan karena tahun lalu saya mendapat saran bahwa para mahasiswa suka pengaturan seperti itu dan mereka merasa lebih nyaman untuk saling bertukar pendapat dengan posisi “equal” seperti itu (tahun lalu saya hanya berlakukan pengaturan duduk di diskusi menjelang akhir semester.)
Hal selanjutnya yang mereka suka juga adalah hukuman menyanyi bagi para mahasiswa yang terlambat, namun mereka juga meminta supaya saya lebih tegas sehingga tidak banyak yang bisa terlambat seenaknya sampai hampir tiap minggu. Alright then, I will make a strict rule for the next class..
Kemudian ada yang bilang kalau saya terlalu sedikit memberikan tugas, padahal saya sudah agak takut kalau ternyata saya malah berlebihan memberikan tugas, maklum, saya belum benar-benar bisa membuat standar tugas yang pas. It is something that I need to learn from experiencing it.. atau mereka bikin saran ini karena tahun depan kan gak mungkin saya ngajar mereka lagi? hehee nice suggestion by the way…
The fact that my age is not so far from their age makes this lecturing more interesting and they ask for more “curhat time” while what I want is different, I need to cut out the sharing time (beside sharing about the lesson of course) due to the massive things i have to deliver for them. I think I will provide the after or outside session for them in a regular time, or based on their need. yeah, call me a call lecturer.. *sound weird*
One thing that I need to do is read more, more and more, because this youth whom I teach is very smart!
by the way, Selamat UAS ya semuanya.. hohooo
Membicarakan Kepribadian Sehat
April 18th, 2012 § 2 Comments
Dua minggu ini, pembahasan di kelas Pengantar Psikologi saya bersama para mahasiswa yang ganteng dan cantik, adalah mengenai Kepribadian yang sehat. Mereka bukanlah mahasiswa dengan kekhususan Psikologi, mata kuliah ini hanya sebagai penunjang karier mereka nanti, jadi saya lebih senang memberikan materi yang aplikatif bagi mereka, bisa mereka laksanakan dalam kehidupan mereka sehari-hari dan dalam tugas mereka nanti, walaupun tujuan saya sebenarnya sangat sederhana, semoga dengan belajar psikologi mereka jadi lebih mengenal diri mereka sehingga mereka bisa menggali potensi mereka dan berhasil di dunia abu-abu mereka nanti.
Kepribadian yang sehat menurut saya adalah kepribadian yang bisa beradaptasi dengan kebutuhan dirinya, tuntunan masyarakat dan keadaan lingkungannya. Adaptasi disini bukan lah secara harfiah seperti adaptasi dalam biologi, meskipun dalam proses ini kita tetap harus melakukan adaptasi secara biologis. Adaptasi yang harus dijalani oleh individu dalam kehidupan sehari-harinya sangatlah kompleks, entah itu adaptasi emosi, adaptasi tingkah laku, adaptasi pola pikir ataupun adaptasi psikis lainnya, dan kehidupan itu adalah pola-pola adaptasi yang menuntut kita untuk terus berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan.
Ada banyak ahli yang mengajukan teori mengenai kepribadian, bagaimana kita memahami kepribadian seseorang, bagaimana kepribadian itu berkembang, apa struktur dari kepribadian itu dan apa ciri-ciri kepribadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini saya memfokuskan kelas untuk membahas kepribadian yang sehat berdasarkan ahli-ahli dalam buku Psikologi Pertumbuhan Diane Schultz dengan tujuan agar para mahasiswa ini beli buku dan membaca buku tersebut karena saya mendapat bisik-bisik kalo mahasiswa di sini sangat jarang membeli buku apalagi membaca buku dan ternyata setelah saya mengumumkan tugas ini, mereka bahkan terbukti sebagian besar sangat jarang ke toko buku… #miris
Dalam buku Schultze ini, beliau mengulas mengenai beberapa model kepribadian yang sehat menurut beberapa ahli, yaitu Orang yang matang menurut Allport, Orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers, Orang yang produktif menurut Fromm, Orang yang mengaktualisasikan diri menurut Maslow, Orang yang terindividuasi menurut Jung, Orang yang mengatasi diri menurut Frankl, dan Orang yang di sini dan Kini menurut Perls. Saya membagi kelas menjadi 7 kelompok agar masing-masing kelompok mempresentasikan satu teori. Presentasi menjadi sangat menarik karena adanya benturan antara masing-masing teori tersebut sehingga kelas jadi lebih hidup dan tugas saya jadi lebih ringan karena akhirnya mereka bisa menemukan sendiri pemahaman atau “insight” yang benar dari pertentangan-pertentangan yang awalnya mereka buat sendiri.
Berikut akan saya paparkan penjelasan Schultze mengenai teori-teori tersebut :
Orang yang matang menurut Allport adalah orang yang memiliki intensi-intensi kepada masa depan, fokus pada kesadaran, tidak tenggelam pada masa lalu, berorientasi pada masa kini dan masa depan, cenderung meningkatkan tegangan diri untuk terus mencapai yang lebih, memiliki persepsi yang obyektif dan sadar jika ada tanggung jawab kepada orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri.
Orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers adalah orang yang memiliki dorongan untuk terus mengaktualisasikan dirinya sehingga akan terus meningkatkan tegangan dalam dirinya sebagai respon agar terus mengembangkan diri, fokus pada kesadaran, tidak tenggelam dalam kejadian masa lalu atau obsesi masa depan namun sangat berorientasi pada “saat ini” dan memiliki persepsi yang subyektif, namun Roger tidak menjelaskan mengenai tanggung jawab kepada orang lain. Dalam teori Rogers juga ada yang disebut dengan unconditional positive regards dan client-centered therapy. Unconditional Positive Regards menjadi syarat utama kepribadian yang sehat menurut Rogers, dimana hal ini memberikan seseorang perasaan bahwa ia adalah orang yang berharga dalam semua hal dan juga bisa menghargai orang lain. Konsep Client-centered therapy milik Rogers memberikan fokus kepada “Klien” untuk perlahan mengubah kepribadian mereka, bahwa mereka lah yang bisa membantu dirinya, sehingga tidak ada ketergantungan pada therapistnya.
Orang yang produktif menurut Fromm adalah orang yang menjadikan produktivitas sebagai pendorong diri utamanya dan juga fokus kepada kesadaran meskipun juga menekankan pada pengalaman masa lalu yang berpengaruh pada hal-hal masa kininya. Orang yang produktif ini memahami tanggung jawabnya kepada orang lain dan memiliki persepsi yang obyektif. Teori ini tidak menjelaskan apakah peningkatan atau penurunan tegangan yang menjadi dorongan utama seseorang mengambil sikap tertentu.
Orang yang mengaktualisasikan dirinya menurut Maslow adalah orang yang sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dan menengahnya sehingga ia bisa mulai mengambil tingkah laku yang menggambarkan bahwa ia menuju tahap pengaktualisasian dirinya. Teori ini sangat terkenal, terutama dengan Hierarki kebutuhan milik Maslow sehingga ketika sampai pada diskusi mengenai kepribadian yang sehat menurut Maslow, ada sedikit perdebatan yang muncul karena konsep “aktualisasi diri” yang sangat terkenal dan terkadang penggunaannya pun salah. Orang teraktualisasi menurut teori ini mempunyai fokus pada kesadarannya dan tidak menekankan pada pengalaman masa lalunya karena yang terpenting adalah masa kini. Orang yang teraktualisasi selalu cenderung untuk meningkatkan tegangan dalam diri mereka dan menganggap peranan dan tujuan dari pekerjaan mereka itu sangat penting. Persepsi mereka bersifat obyektif dan mereka juga memahami bahwa mereka juga harus bertanggung jawab atas sikap mereka sebagai bagian dari tanggung jawab mereka kepada orang lain.
Orang yang terindividuasi menurut Jung memilki dorongan untuk merealisasikan dirinya namun tidak dijelaskan bahwa ia cenderung untuk menurunkan atau meningkatkan ketegangan dalam dirinya. Teori ini memfokuskan pada alam bawah sadar dan kesadaran secara seimbang, tidak seperti psikoanalisa milik Freud yang sangat fokus pada alam bawah sadar. Teori ini mengenal alam bawah sadar kolektif yang menjadi dasar kepribadian individu dan mengatur seluruh tingkah laku sekarang sehingga menjadi hal yang paling berpengaruh dalam kepribadian. Masa lalu dan masa depan dianggap sama berpengaruhny dalam menentukan tingkah laku masa kini. Namun sayang teori ini tidak menjelaskan mengenai tegangan diri dan peranan dari pekerjaan, tujuan bagi individu dan tanggung jawab pada orang lain.
Orang yang mengatasi diri menurut Frankl mempunyai dorongan untuk memberi arti pada hidupnya dan fokus pada kesadaran dan lebih memberikan tekanan pada masa lampau dan masa depan dibanding pada masa lalu. Orang dengan kepribadian sehat menurut teori ini cenderung untuk mencari cara agar dapat meningkatkan tekanan dalam dirinya dan peranan pekerjaan dan tujuan-tujuannya menjadi memiliki peran yang penting dalam perkembangan kepribadian. Tanggung jawab juga diperlukan dalam hal ini walaupun tidak dijelaskan sifat persepsinya.
Orang yang di sini dan kini menurut Perls adalah orang yang fokus pada kesadaran dan tidak menganggap masa lalu dan masa depan sebagai hal yang begitu penting dalam menentukan tingkah laku di masa kini. Peranan pekerjaan dan tujuan tidak ada namun sifat persepsinya obyektif. Teori ini sangat terkenal pada saat Perls masih hidup karena dia adalah contoh nyata orang dengan kepribadian di sini dan kini, namun setelah Perls meninggal tidak ada yang dianggap dapat menjadi pemimpin teori ini lagi. Hal yang sangat kontroversial dari teori ini adalah bagaimana Perls mengajarkan bahwa orang dengan kepribadian sehat cenderung menjadi tidak mengindahkan orang lain, karena yang diajarkan adalah urusanku adalah urusan ku dan urusan mu adalah urusan mu.
Sangat menarik jika kita membicarakan mengenai ciri-ciri kepribadian yang sehat. Menurut saya, ciri-ciri ini tetap harus disesuaikan dengan budaya di sekitar individu sehingga harus ada adaptasi kembali. Inilah yang juga menjadi perbincangan ketika diskusi, “apakah hal ini bisa kita jadikan standar di Indonesia?”
#1 “Fear to overcome”
September 27th, 2011 § Leave a Comment
I found an interesting feature of wordpress that help you to get some ideas to write, and it’s kinda challenge me to write about those stuffs.
There are 3 things they chose to ask me, i’ll answer it post by post so that they could tell that they are really succeed with this feature!
First..
Share a fear that you’re working to overcome.
Fear!
Based on David R. Saliba, A Psychology of Fear: The Nightmare Formula of Edgar Allan Poe book, Fear is the emotional response to the perception of an alternating loss of control and regaining of control. [Lantham, MD: University Press of America, 1980].
In this site, Fear described as one of the primary emotions, together with joy, anger, and grief. And accompanied by a series of physiological changes produced by the autonomic nervous system and adrenal glands, including increased heart rate, rapid breathing, tenseness or trembling of muscles, increased sweating, and dryness of the mouth.
While stated in Wikipedia, fear is a distressing negative sensation induced by a perceived threat. It is a basic survival mechanism occurring in response to a specific stimulus, such as pain or the threat of danger. In short, fear is the ability to recognize danger leading to an urge to confront it or flee from it (also known as the Fight or Flight response) but in extreme cases of fear (terror) a freeze or paralysis response is possible.
From all the descriptions above, i will use the term Fear for its psychological meaning. Fear that I need to fight now is my fear of failing.
Yes. I fear to fail so that i never truly make efforts to done something that i really need to conquer my future.
I have a big plan for my future but i’m afraid to make a move because i’m afraid of failing. I need to overcome this as soon as possible, because that something I have to done for my plan, it’s better to start soon due to the very short deadline.
I am now organizing my plan, making a to do list, and start to done “small thing first” and i found those things very useful to overcome my fear of failing. Those actions is making me so busy that i barely have time to feel the fear anymore, but I’m still working on it.
wish me luck! *finger cross*
-all for black-
March 26th, 2011 § 1 Comment
I love black, that’s why i feel an urge to copy-paste this article from here..
enjoy it guys and gals!
| Written by Kate Smith, CMG, CfYH |
Introducing black
How the color black affects us physically
Black around the globe
Political associations with black
Interesting facts about black
Black in athletics and sports
Black as a signature color
Companies or brands identified with black
See more brand, trademark, & signature colors… Popular phrases that include black
Please note that while the terms above illustrate how black has historically been used in language, equating black to negativity is outmoded and using these terms could be hurtful. Like color, language is a powerful tool, so please always choose your colors and words wisely. See our list of popular phrases that include color… Quotes about black
See entire list of quotes about color… What it says about you when you buy a black vehicleThere is no question that the vehicle you drive is an extension of your personality — an unspoken but clear message to the rest of the world.
From The Color Answer Book by Leatricce Eiseman with permission
Songs with black in the title
Black in the garden
Black and our sense of taste
Black and our sense of smell
|
in Allah we trust..
March 11th, 2011 § 2 Comments
seriously,,
we will never know when our precious life stop,,
look at Japan,,
sudden attack of Tsunami,,
it hurts,,
God bless u all, Japanese,,
#PrayForJapan
Fainting Game
January 17th, 2011 § 4 Comments
udah lama pengen post tentang ini tapi gagal terus,,
hmm,,
beberapa minggu yang lalu saya baca artikel tentang meninggalnya anak di Amerika akibat bermain “fainting game” (belum berhasil menemukan istilah Indonesia.. kalo diartikan secara harfiah sih maksudnya permainan pingsan-pingsanan).
Fainting Game atau biasa juga disebut Choking Game atau pass-out game, space monkey, scarf game, space cowboy, California choke, the dream game, cloud nine, juga purple hazing adalah permainan yang cukup terkenal di kalangan anak-anak di Amerika, dimana tujuan permainan itu adalah merasakan sensasi “dying” atau sensasi orang ketika sekarat terlebih lagi hal itu dimaksudkan untuk “getting high” tanpa meminum obat-obatan. Permainan ini bermaksud memotong aliran oksigen ke otak sehingga merasakan euforia seperti yang di dapat ketika meminum obat-obatan. PARAH! karena dalam permainan itu biasanya mereka juga memakai alat bantu untuk memutuskan sejenak aliran oksigen ke otak mereka dan membuat “melayang”. Alat bantu itu antara lain ikat pinggang yang di ikat ke leher, jepitan untuk menutup hidung, dan banyak lagi yang lainnya yang dapat membuat oksigen berhenti mengalir sejenak, dan ini sudah banyak MEMAKAN KORBAN lho!
Menurut Center for Disease Control (CDC), ada sekitar lebih dari 80 kasus kematian diakibatkan oleh permainan ini pada anak-anak yang berusia 5 – 19 tahun periode 1995-2007 dan lebih banyak dialami oleh anak laki-laki, namun permainan ini sama bahayanya bagi anak perempuan dan laki-laki. Beberapa tanda yang bisa dilihat dari anak-anak yang sudah terjangkit permainan ini antara lain:
- luka atau bekas luka di leher
- mata merah
- memakai pakaian yang menutupi leher walaupun cuaca panas (bukan jilbab loh maksudnya)
- kebingungan atau disorientasi setelah ditinggal sendirian untuk beberapa saat
- menyimpan barang-barang tidak wajar seperti tali tambang, ikat pinggang, syal, atau tali-tali untuk mountaineering
- sering mengeluh sakit kepala bahkan dalam tingkat sangat kesakitan
- tingkah laku yang mencurigakan, merusak, dan suasana hati yang tidak terduga
- pendarahan di bawah kulit muka dan mata.
Walaupun permainan ini sudah banyak memakan korban, penelitian yang dilakukan belum terlalu banyak mengenai permainan ini, namun secara umum dapat disimpulkan beberapa penyebab anak-anak menggemari permainan ini, antara lain:
- dilakukan di kelas agar dapat membolos pelajaran
- tekanan teman sebaya, tantangan, bahkan syarat untuk bergabung dengan kelompok tertentu
- rasa penasaran mengenai sensasi mendekati kematian
- ketagihan atas rasa “melayang” hadir
- prospek untuk intoksikasi tanpa mengeluarkan biaya.
sewaktu pertama kali membaca postingan tentang ini, saya kaget karena sudah begitu putus asakah manusia sehingga ingin merasakan sensasi maut dan bercanda dengan kematian? atau ini malah tanda-tanda manusia sudah semakin kreatif?
untuk mencegah bertambahnya korban dari permainan ini, tentu perhatian intensif dari orang tua terhadap perkembangan anak-anaknya menjadi solusi utama dan komunikasi dua arah antara anak dan orang tua harus mampu diciptakan agar anak tidak menyimpan sendiri permasalahannya yang mengakibatkan ia mencoba mencari solusi dengan cara yang salah atau bahkan melarikan diri dari kehidupannya. Kontrol orang tua dalam kehidupan anak tentu sangat penting, tapi orang tua juga harus paham batas-batas privasi sang anak sehingga tidak malah menimbulkan sensasi terkekang pada anak yang malah berujung pada perilaku yang lebih anarkis,,
semoga post kali ini berguna,,
ada yang bisa share lebih lanjut?
Judicium??
August 12th, 2009 § 1 Comment
whua.. tiba tiba keinget 2 bulan lalu,,
abis sidang dikasih waktu 1bulan buat revisi,,
eh malah sibuk sibuk kegiatan ampe deadline gak kekejar,,
panik,, nyesel,, stress,, weeeiiyyyhhh pokoknya komplit pas kejadian itu perasaannya,,
untungnya para dosen yang diserahi revisi tidak banyak bertanya mengapa terlambat dan nerima aja,,
wuiiihhh,,
lega bangeeeeetttt,,
\(^0^)/
akhirnya daku bisa yudicium juga,,,
walaupun satu bulan setengah setelah ujian,,
*hanya cerita iseng yang cukup tidak penting*


Black is authoritative and powerful; because black can evoke strong emotions, too much can be overwhelming. Black represents a lack of color, the primordial void, emptiness. It is a classic color for clothing, possibly because it makes the wearer appear thinner and more sophisticated.