Jika dipertanyaan siapakah diri saya, maka mungkin bisa saya jelaskan dengan sebuah kalimat unik, yaitu saya adalah pecinta angka delapan. Delapan jika dilihat dari banyak sisi begitu banyak yang sesuai dengan diri saya, dimulai dari saya yang lahir tanggal 29 September tahun 1988 disebuah kecamatan yang bernama Lubuk Jambi yang terletak kurang lebih 18 Km dari ibu kota kabupaten, yaitu Kabupaten Kuantan Sengingi, sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang berulang tahun pada bulan Agustus yang merupakan bulan ke-delapan dalam kalender masehi. Saya dulu juga bersekolah di SMA Negeri 8 Pekanbaru kelas 1.8, 2.1, 3 IPA 5 dan di SLTP Negeri 4 Pekanbaru kelas 1.6, 2.8, 3.8. Dan juga banyak teman-teman saya yang mengatakan bahwa saya bulat seperti angka delapan, hehe..
Yah.. for making the truth, sebenarnya lebih banyak hal dalam hidup saya yang tidak ada hubungannya dengan angka delapan, namun tetap saya menganggap bahwa delapan adalah angka yang luar biasa.
Pencarian jati diri saya rasa sangat cocok jika dimulai dari pemahaman tentang sejarah kehidupan diri sendiri yang akan saya jelaskan dengan cara klasik. Who am I? Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara yang lahir dari ibu yang bernama Asmidarti yang pada tanggal 4 September 1980 menikah dengan ayah saya yang bernama Zelnon Effendi. Saudara tertua saya adalah seorang laki-laki yang bernama Harris Adzel, lahir di Air Molek 3 September 1982. Sangat sedih jika harus mengingatnya, saya sangat menyayangi dia, namun ALLAH memang tidak memberikan kami kesempatan bersua dalam waktu yang lama, karena Ia telah memanggil Mas Harris ketika ia kelas 5 SD, saya masih berumur 4 tahun ketika duka itu menyelimuti keluarga kami. Saudara yang ke dua adalah seorang perempuan, namanya Zelmidianti Adzel, lahir 20 Agustus 1984, sudah menikah tanggal 5 Februari 2006, dan melepas status mahasiswa untuk memasuki dunia pengangguran bulan Juli 2006 juga di Universitas Islam Bandung sebagai seorang Sarjana Ekonomi.
Orang tua saya mendidik saya dengan cukup tegas, namun masih memberikan kebebasan pada saya untuk menentukan pilihan yang akan saya jalani dalam kehidupan saya, mereka selalu mengabulkan keinginan saya jika itu memungkinkan, namun mereka juga akan memaksakan kehendak mereka jika saya sudah memulai kekacauan dalam hidup saya. Dibesarkan oleh mereka membuat saya sadar bahwa ada hal-hal yang tidak bisa berjalan sesuai keinginan, namun itu tidak harus membuat goyah, saya harus tetap maju, karena saya mempunyai keluarga luar biasa yang menunggu saya untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Yah.. saya sangat mencintai mereka, karena dari merekalah saya belajar bagaimana cara menghargai hidup dan mencintai orang lain, seperti hadist Rasulullah, ”tidak akan sempurna iman seseorang sebelum dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”.
Selanjutnya membahas tentang kejadian through my life. Sebuah pilihan yang saya pilih dalam hidup saya membuat saya merasakan banyak kejadian yang positif. Pilihan tersebut ialah ketika saya memilih untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka, karena dengan belajar dalam wadah inilah saya menjadi punya banyak kesempatan untuk merasakan hal-hal yang luar biasa, bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, dan mendapat pengetahuan yang luar biasa banyaknya. Kita memang akan terus belajar selama hidup kita, belajar dari hal apapun yang terjadi di dunia, untuk menjadi manusia yang lebih baik, pelajaran dapat diambil dari apapun.
Sementara itu, kejadian yang bisa saya katakan sebagai kejadian paling menyedihkan adalah ketika bulan September 2003, tanggal 24, 5 hari sebelum ulang tahun saya. Pada hari rabu itu, bertepatan dengan hari peringatan Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kurang lebih pukul 10.15 WIB pagi hari, mama saya meninggalkan dunia yang fana ini. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya kehidupan tanpa beliau, beliau adalah seorang yang luar biasa bagi saya. Saya tidak tahu berapa banyak kata luar biasa yang sudah saya tuliskan sejak tadi, tapi beliau memang seorang yang sangat luar biasa bagi saya, wonderful mother. Ketika duka kehilangan itu kembali mengelubungi keluarga saya, saya benar-benar merasa kehidupan akan berhenti di hari itu. Namun akhirnya saya sadar, disadarkan oleh kehadiran banyak manusia untuk menghibur kami sekeluarga, bahwa benih kehidupan masih banyak beredar di luar sana, mama pergi bukan untuk menghilangkan semangat saya, namun beliau pergi untuk menyadarkan saya bahwa waktu benar-benar berharga, bukan merupakan hal yang tersia, jadi teruslah berusaha untuk menyelesaikan urusan sebisa mungkin karena kita tidak tahu kapan amanat itu akan di cabut dari kita, kita tidak bisa menduga kapan nafas itu akan meninggalkan raga kita. Dan saya berhasil mengatasi kesedihan itu, saya berhasil bangkit kembali dan kini disinilah saya, mengetik tugas untuk mata kuliah kesehatan mental, seorang mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada yang bercita-cita menjadi Psikolog, menjadi teman untuk berbagi cerita bagi orang-orang ingin didengarkan. Dan saya disini karena keinginan saya tersebut, bukan karena “ingin membuat bangga keluarga saya, atau membahagiakan orang lain”. Yah, saya hanya ingin membahagiakan diri saya sendiri, dan mencoba membagi bersama orang-orang yang pernah mengenal saya, tak lebih, hanya ingin menjadi orang yang singgah diingatan orang lain sebagai seseorang yang hanya ingin mencoba berbagi sedikit kebahagiaan.
sebuah tugas pertama mata kuliah kesehatan mental
tahun ajaran 2006-2007
Psikologi UGM
tahun 2007



subahanallah, indah sekali Tha…
semoga kamu, hidupmu, ibadahmu juga diisi dengan keindahan ya… cerminan Allah Ya Sanii yang Maha Indah,,,
..Dunia adalah perhiasan. Dan seindah-indah perhiasan adalah wanita shalehah…
Semoga Allah selalu menyertai langkahmu teman, Love U.
.Mel.
salam kenal dari aku ya?
mmm… nice story… smangad terus ukhti…
maaph baru balas,, my bad,,
@emeLd : Jazakillah meld,, smOga ta g’mngecewakan orgorg Yang Maha Suci,,
@dobleh yang malang : salam kenal juga,,
@mum_taz : Jazakumullah,, Chaiyyo juga,,
salam kenal……mbacanya sy jadi terharu……….
Ralat Ta,,, Allah Ya Badii… Yang Maha Indah…
Aku punya temen, namanya Indah Sani, Makanya terketik Ya Sanii. Ampun deh… maafkan hamba-Mu yg khilaf ini Ya Allah, aminnn…
@Alex : Makasiyh,, pas mbuatnya ta juga terharu koQ,, makasih udah mampir,,
@EmeLd : hehehey kagak papa meLd,,
Jadi merasa lebih dekat dengan Tha setelah baca artikel di atas…
Demi waktu…
Ass. Halo tha, apakabar???
alhamdulillah baik kak,,
eh, selamat jadi sekretaris RTBTD ya…
hehehe,, jadi malu,, makasih kak,,
tata,,,
:)
ni mb Lanny
pa kabar dek ??