Pramuka = Organisasi Pendidikan??

24 12 2008

beberapa hari yang lalu Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka berakhir dan Kak Azrul Azwar terpilih lagi untuk menjadi KaKwarnas Gerakan Pramuka..

beberapa hari yang lalu beliau ke Yogya, dan menyambangi Kwarda DIY,,

ta dapat info dari teman seangkatan DSP di Pramuka UGM yang sekarang anggota DKD DIY bahwa yang dijelaskan ketika pertemuan disana adalah Gerakan Pramuka Indonesia bukan lagi berbentuk Gerakan Kepanduan, melainkan sebuah organisasi Pendidikan,,

waktu itu ta tak terlalu pusing memikirkannya, lagi banyak banget pikiran soalnya (ampe dah lama menelantarkan bLog tersayang ini,,)

 

so,,

what’re d impacts??

hmhm,,

itulah pertanyaan yang ada di pikiran ta kini,,

apakah ini tindaklanjut dari adanya HizbulWathan atau pandu-pandu yang lain?? sehingga Pramuka tidak lagi dapat menjalani mimpi-mimpi pendirinya? (menjadi organisasi kepanduan satu-satu di Indonesia??)

apakah Pramuka akan tetap dibawah WOSM??

teks hymnenya gimana donk??

atau ini hanya perubahan status tanpa tindak lanjut peribahan-perubahan lainnya??

 

pfiuh,,

ta benar-benar bingung,,

 

belum lagi kejelasan mengenai desas desus isi AD yang baru,,

yang mengatakan bahwa Pandega berwadah di Kwartir,,

 

huhuhu,,

TA BINGUNG,,





SebUah KeseMPaTan,,

10 12 2008

ada sebuah kesempatan sedang di buka lebar niyh,,

bagi yang ingin membuat hidupnya lebih asyik dan penuh,,,

bagi orang-orang yang ingin menjadi pribadi yang AMAZING,,

Pramuka UGM mengundang kakak-kakak untuk beraktivitas bersama,,

ikutilah PENDIDIKAN DASAR KEPRAMUKAAN XXIII Racana Gadjah Mada dan Racana Tribhuwanatunggadewi Gerakan Pramuka Universitas Gadjah Mada pada tanggal 12-14 Desember 2008

bagi yang berminat dapat mengikuti Pertemuan Teknisnya pada Rabu, 10 Desember 2008 pukul 15.00 di Gelanggan Mahasiswa UGM

informasi lebih lanjut hubungi : WIRA (+628562852582) atau AMINAH (+6285643411308)





peLajaRan di Hari IduL Adha,,

8 12 2008

selalu,,
dalam beberapa tahun ini,,
Idul Adha tampak kalah populer di media maupun di pusat-pusat perbelanjaan,,
beberapa tahun yang lalu kalah dengan Tahun Baru Masehi,,
kini kalah dengan Hari Natal,,
yaaah,,
mungkin kapasitasnya memang berbeda dengan Idul Fitri yang dirayakan sangat besar-besaran di Indonesia ini,,

hmhmhm,,

ada hal mengganjal yang sudah lama ta rasakan, tapi kembali bergejolak setelah melaksanakan shalat id tadi pagi,,

aneh,,,
padahal ta selalu ingat katakata imam sebelum mulai shalat,,

“Rapatkan Shaf dan Luruskaaaann,,”

tapi,,
tetap saja masih pada masih berdiri di sajadah masing-masing,,,

apakah ini cermin masyarakat kita yang sedang bergerak ke masyarakat Individualis??