teringat…
January 9th, 2012 § 2 Comments
Hari ini mulai ngajar lagi.. Ini tahun keduaku.. jadi ingat waktu dulu pertama kali ngajar…
*Ruang Dosen*
ada ibu-ibu dosen yang curi-curi pandang.. aku cuma bisa senyum-senyum cengangas-cengenges karena belum kenal siapa-siapa, baru kemudian Bapak yang dari akademik masuk dan nyalamin bilang selamat datang terus basa-basi bentar…
ibu-ibu: “Dosen juga ya mbak ternyata? Ngajar apa?”
saya: “Iya bu, baru… Ngajar Psikologi bu..”
Ibu-ibu: “Saya kira tadi anaknya siapa..yang lagi nunggu Bapaknya..”
saya: -_-a
#resikoDosenMuda&Lucu
Have a peace and warm birthday there, ma!
November 29th, 2011 § 2 Comments
23 September 2003, ba’da Magrib waktu setempat.
“Jangan pergi, Nak. Disini aja” ujar mama terbata-bata, lidahnya mulai kaku, mengikuti sebagian badannya yang sudah mati rasa dari beberapa saat yang lalu. Aku tetap memijat tangan mama walaupun ia sudah tak bisa merasakannya lagi, berharap pijatanku dapat membuat aliran darahnya lancar kembali dan separuh badannya tak mati rasa lagi.
“Ta cuma mau ganti baju bentar, ma. Boleh ya?” tanyaku. Mama menggeleng lemah, membuat aku semakin khawatir.
“Biar Tata ganti baju dulu, supaya kita bisa ke rumah sakit, ya?” tanya papa lembut. Akhirnya mama mengangguk lemah dan akupun segera berlari dan tak sampai 5 menit aku sudah kembali lagi ke kamar mama dengan pakaian lengkap bepergian, siap untuk ke rumah sakit.
“tok..tok..” Pintu kamar di ketok dan ketika aku buka, sudah berdiri Om Ikar, teman papa yang tadi beliau telpon untuk menemani kami ke rumah sakit, membawa mama langsung ke UGD, berharap kesembuhan segera untuk beliau.
Berdua papa dan Om Ikar mengangkat mama ke mobil. Om Ikar yang menyetir, papa memangku kepala mama dan aku kembali memijat kaki mama. Mama terlihat sudah tidak sanggup berkata-kata lagi, ia hanya mengikuti dzikir yang diajarkan papa.
“Allah…” itulah kata terakhir mama sebelum ia tak sadarkan diri, hingga kami tiba di UGD Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, mama dipindah ke ICU, dan esoknya beliau menghembuskan nafas terakhirnya, 24 September 2003 10.15 WIB.
Mengenang Ibunda Tercinta
Asmidarti
29 November 1953 – 24 September 2003
Peluk dan cium dari anakmu, yang akan selalu merindukan doa dan pelukmu…Tetap dan selalu untukmu…
November 22nd, 2011 § Leave a Comment
Tetap tegakkan kepalamu, Garuda!
Kalau saya nggak salah, begitulah kalimat penyemangat di Jak FM yang saya dengar tadi pagi. Seharian ini, Jak akan memutar lagu Malaysia, due to the Gold Medal that went to Malaysia in Soccer Game last night.
Kalah di adu penalti memang sangat menyakitkan tapi, kalah saja tanpa embel-embel adu penalti pun sudah sangat menyakitkan. Pahit. Tetapi apa kita pantas menghujat? kita saja yang hanya menonton, atau bahkan hanya menonton babak pertama atau tidak menonton saja selama kita masih Bangsa Indonesia pasti sangat kesal dengan kekalahan ini, apalagi para pemain yang sudah benar-benar berjuang hingga rela berguling-guling atau berlari tertatih-tatih di lapangan, pasti mereka lebih merasa kesal dengan kekalahan ini, seakan kelelahan mereka tak terbayarkan dengan penghargaan yang pantas.
Apakah benar kelelahan mereka tak terbayarkan?
Bagi saya tidak, mereka telah bermain dengan cukup bagus, sangat keren malah, bagi saya yang sangat awam dengan dunia persepakbolaan ini. Saya terkesima dengan ketenangan Bonai, raut mukanya yang sejuk *ceileh* padahal tekanan yang mereka rasakan pasti sangat besar. Saya takjub dengan kecepatan berlarinya Okto, hingga bertanya-tanya apakah dia sempat bernapas ketika lari? Saya juga heran betapa kuatnya Egi yang bisa tetap berlari mengejar bola walau ia sering dibuat jatuh berguling di lapangan oleh pemain lawan. Saya juga kaget ketika Gunawan yang tampaknya juga terkejut bisa memasukkan bola ke gawang. Saya ingat betapa saya sangat mengidolakan Andik saat pertandingan melawan Thailand. Saya yang mengagumi Meiga yang sangat muda namun percaya bahwa dia bisa menjaga gawangnya. Saya juga mengagumi pemain yang lain walaupun saya selalu salah menyebut nama mereka ketika sedang pertandingan. Saya bahkan juga sangat histeris ketika kamera menyorot wajah Diego dengan cengirannya *maaf gak nyambung
Mungkin Garuda Muda tidak berhasil meraih emas tadi malam, tapi secara tidak sadar, mereka membuat Indonesia belajar menerima kekalahan, mereka mengajarkan Indonesia pelajaran yang lebih berharga dibanding hanya Medali Emas yang memang membanggakan tapi saya takut malah bukan hal yang tepat untuk di dapatkan Indonesia saat ini.
Jika Indonesia menang tadi malam, benarkah kita sanggup menanggung kemenangan itu? siapkan Indonesia menang?
Menurut saya, sekali lagi ini hanya menurut pandangan saya, seorang warga Indonesia yang sangat mencintai bangsa ini, Indonesia belum siap menerima kemenangan itu. Bayangkan yang akan terjadi jika kita menang tadi malam, betapa sombongnya kita jadinya. Sadarkah kita bahwa banyak yang menganggap pertandingan tadi malam itu lebih dari sekedar pertandingan sepakbola? bayangkan jika kita menang, hinaan apa lagi yang akan kita tujukan buat negara tetangga kita itu? betapa buruknya kesombongan itu akan membawa kita, betapa kita tidak akan belajar bahwa banyak hal yang harus dibenahi dari negara kita ini sebelum kita pantas menyandang gelar pemenang?
Edukasi suporter, bagaimana mendukung penuh tim, bukan hanya menyanjung ketika menang tetapi menghina jika kalah, lihatlah perjuangan mereka, bagaimana mereka mengajarkan kepada kita bahwa tak selamanya kerja keras itu menghasilkan hasil yang kita inginkan, bagaimana mereka mengajarkan kita untuk tetap tegap menatap kekalahan dan menjadikan itu pelajaran untuk tidak tinggal diam dan kembali bangkit dan kesempatan selanjutnya akan selalu ada bagi orang yang masih ingin terus berjuang dan terus percaya bahwa #IndonesiaBisa, tidak terhenti hanya di SEA GAMES ini saja.
Lalu, apakah medali perak ini merusak keharuan kita yang menjadi juara umum SEA Games?
Saya harap tidak, karena ini adalah sebuat titik bangkit yang baik bagi negara kita, kita harus tetap membuktikan bahwa Indonesia Bisa, tidak hanya di olah raga saja, tetapi juga di setiap hal lainnya.
Terima kasih Garuda Muda, kalian telah mengajarkan saya untuk tetap percaya dan mulai menanamkan mental pemenang di diri saya, yah, at least for me, You Are my Hero!
Thank You, Garuda Muda!
like Jak FM said:
Tetap tegakkan kepalamu, Garuda!
[Very Late] Eid Post
November 17th, 2011 § 3 Comments
Idul Adha is already passed and the vibe of that sacred moment is also gone, but I still want to post my pics from that Eid Day.
I celebrate the Day with my Cousin, we went to The Mesjid in front of our house to done Shalat Eid and then we headed home to enjoy dishes cooked by my cousin the day before… After done all the delicious dishes, we planned to see the Qurban, but being so sure that we’ll hear the announcement if they begin the Quran ceremony (due to the very close distance from Mesjid to our House), turned out that we missed it. They didn’t use the mic! lol *very foolish of us*
Here are some pics from that Big Days.. enjoy!
and this is me… hihihiii
Better late than never, no?
Love,
The Dark Jasmine
Casa di atas Aksara
November 9th, 2011 § 2 Comments
another weekend trip!!
yay!!
Last friday, we went to Kemang.. yes, Kemang again..
This time we went to dine in Casa but due to the waiting list, we were window shopping first in Aksara and I just Love Aksara!
There was a feeling of “syahdu” *ceilah* that Aksara lit up in my heart.. i love the vibrant of this bookstore. i love how they arrange and decorate the books and all the unique things they sell there… Unfortunately I can’t take the photos there..
finally, we get the seat in Casa..
I ordered Spaghetti Aglio Olio again, but this time it is followed by the peperocino and it was soooooo spicy! but still soo tasty.. hihihii
Mr.J ordered Salmon Teriyaki + Rice (biasa, tipikal orang indonesia, kalo makan harus pake nasiii,, hihihi peace!)
let the pics tell more…
Just you……
Love,
The Dark Jasmine




















